Selasa, 10 November 2015

Untuk sementara atau selamanya


Jika suatu saat nanti engkau menemukan lelaki lain yang akan menggantikanku yang pernah bersemayam dalam hatimu beritahu aku, kabari diriku dengan berita bahagiamu bahwa engkau telah dipinangnya. Karena pada saat itu perasaan yang mengisi ruang hatiku akan melebur menjadi satu dengan derai haru bahagia untukmu, karena pada saat itu pula aku akan menerima keteguhan hati dari-Nya. Tak perlu engkau mengkhawatirkanku karena Dia telah menyiapkan kado indah atas merelakanmu. Perkataanmu mengenai menjadi orang yang sabar untuk selamanya telah aku maknai, kesabaranku menantikanmu akan terputus di sini dan berubah menjadi orang yang sabar untuk sementara menantikan janji-Nya untuk menjemput penggantimu. Jangan engkau lupakan untuk menyampaikan salam kebahagian melalui surat undangan kepadaku, sebab melihatmu bersama kekasihmu di pelaminan kelak merupakan luapan kasih sayangku terhadapmu. Aku juga akan menitipkan untaian do'a untuk hidup barumu, harapku engkau akan selalu tersenyum menjalaninya kelak. Tenanglah di sana sembari mendo'akanku menyusulmu, mendo'akanku agar mendapatimu lagi di pelaminanku dengan wanita yang akan mengetuk dan mengisi kembali hati ini.